Jelang pergimu
Sekali lagi maaf, untuk kesekian kalinya aku gagal membujuk diriku untuk tak terpikir perihal tentangmu
Jelang pergimu
Dan lagi aku gagal menahan tanganku untuk tak menuliskan sajak namamu
Jelang pergimu
Bahkan tak sedikitpun matamu menyapa wajahku, walau senyumku memanggilmu
Perihal jelang, kau adalah jelang yang tak sanggup ku nantikan, pergimulah pemenangnya