Selasa, 06 Desember 2016

Menunggu?

Malam ini distasiun bogor.
Lenggang. Sepi.

Aku bertanya pada rumput yang sedang kududuki.
Sedang apa aku disini?

Tak ada jawaban.
Ah iya, baru teringat.
Menunggumu memang seperti ini kan?
Membuatku seperti orang gila

Kamis, 10 November 2016

Malam tanggal sepuluh

Malamku, ditemani rembulan yang malu-malu.
Berbisik lirih, terdengar sayu.
Suara jangkrik saling beradu.
Menceritakan tentang dirimu yang katanya lugu.

Kantukku masih sendu.
Ada rindu yang semakin merdu.
Ketika kamu dan sajak menjadi satu.
Bagaimana caraku menyanyikan lagu?

Kamis, 13 Oktober 2016

Kosong

Apa malam selalu seperti ini?
Sepi, sunyi.
Biarlah, biar sekalian ku letakan kesedihan ini pada sepi.
Lain waktu. Aku ingin menjadi malam sesepi ini.
Menjadi tempat bersinggahnya para hati.

Kosong
Kini hanya ada kosong
Sepi ini terjebak didalam lorong
Malam ini kosong
Hati ini kosong

Kamis, 29 September 2016

Siapa namanu?

Hey, aku baru selesai baca novel
Rasanya sama, ketika aku membaca matamu
Tenang.

Malam ini aneh
Seaneh perasaanku, membingungkan ketika menyadari tibatiba aku rindu kamu

Kipas dikamarku berisik sekali
Memanggil manggil namamu
Membuat telingaku menari nari, ingin dengar lebih jelas katanya

Namamu,
memang selalu memanggil untuk dipanggil

Minggu, 11 September 2016

Tanya tangisku pada malam

Hai malam, haha
Kau bertemu lagi dengan tangisku
Puas kah kau?
Tidak kah kau ingin membagiku sedikit saja ketenanganmu?
Ayolahh, aku hanya meminta sedikit.

Apa kau senang diantara gelapmu?
Tertawa puas diatas tangisku?

Kenapa kau diam saja
Tidak kah kau mendengar jeritan tangisku?

Tak bisakah kau menjadi temanku?
Walau hanya satu malam saja gelapmu memberi tawa
Akhir-akhir ini kau terlihat menyebalkan
Hanya ada tangis ketika malammu menjelang

Aku lelah, tak bisakah kau merasakannya?
Ahh iya, kamu memang tak punya perasaan
Gelapmu tetap terasa gelap kali ini

Malam ini,
tangisku menjelang bersamaan dengan gelap.

Malam ini,
gelapmu keterlaluan.

Kamis, 08 September 2016

Pagi menyapa

Mataku terbuka kala matahari tampak bersinar
Menyapa jiwa-jiwa yang merasa hambar
Oh akankah rasanya akan pudar
Bersama senyum yang tak lagi mekar

Kusapa pagimu yang menyejukan
Namun tak kau balas dengan anggukan
Tak apa, menyapamu selalu menyenangkan
Lain waktu, tengoklah sapaku maka kau akan terkesan

Suka tidak suka, pagi selalu menyapa
Jika pagimu hampa
Sertakan mulut dengan doa
Maka pagimu akan berbeda karna kuasanya

Sang maha cinta

Rabu, 07 September 2016

Sore, hujan dan secangkir kopi

Sendiriku masih disini, dimeja kerja dengan setumpuk rindu, sendu

Masih ada sisa kopiku siang tadi, meninggalkan ampas direlung hati

Hujan diluar ramai sekali, merdu bagai alunan musik payung teduh, membuatku malu

Sore ini, sendiriku ditemani hujan dan secangkir sisa kopi, dan rindumu yang ikut menemani,, aku menikmati

Senin, 05 September 2016

Malamku

Berdiriku menatap jalan. Membisu. Gelap
Langkahku menyendiri, menujumu
Disanakah kau menungguku?

Ku tatap langit malam, sabitku tersenyum. Membuatku tersenyum.
Bintang berkumpul, memberikan setiap cahayanya masuk kedalam hati, untukmu katanya.

Langit masih sama, gelap
Namun sabitku mengindahkannya dengan senyuman
Langkahku masih sama, sendiri.
Namun hatiku menguatkannya dengan satu nama

Malamku punya nama,,, kamu.

Malamku

Berdiriku menatap jalan. Membisu. Gelap
Langkahku menyendiri, menujumu
Disanakah kau menungguku?

Ku tatap langit malam, sabitku tersenyum. Membuatku tersenyum.
Bintang berkumpul, memberikan setiap cahayanya masuk kedalam hati, untukmu katanya.

Langit masih sama, gelap
Namun sabitku mengindahkannya dengan senyuman
Langkahku masih sama, sendiri.
Namun hatiku menguatkannya dengan satu nama

Malamku punya nama,,, kamu.

Sabtu, 03 September 2016

Rinduku dalam gelap

Lagi lagi aku rindu

Memang selalu ada rindu jika tentang kamu.
Rindu ku kali ini ditemani gelap
Gelap punya cerita sendiri tentang senyummu,
Senyummu yang teduh

Dalam gelap ini kupanggil namamu
Berharap kau mendengarnya.
Jika tidak, mungkin suaraku terlalu pelan

Tak apa, memanggilmu tak perlu suara

Kau tau, gelap sedang bercerita tentang dirimu
Membuatku semakin penasaran
Semakin rindu

Ah lagi lagi rindu ini milikmu

Jumat, 02 September 2016

Hujan Pagi untuk Rindu

Ah selamat pagi. Diluar sedang hujan. Aku masih disini, dikamar kecil memeluk guling. Memikirkanmu.

Jika hujan begitu menenangkan, kamu lebih.
Jika pagi begitu menyegarkan, kamu lebih.

Pagi ini, aku seperti ingin berubah menjadi peri hujan, terbang dan berkata pada hujan untuk tidak berhenti.
Aku ingin terus seperti ini, merasakan rindu bersama hujan dipagi hari.

Kau tahu? Hujan berbisik penasaran.
Bagaimana rasanya merasakan rindu, ah hujan hanya tahu tentang turun, dia tidak tahu tentang kamu.

Biarlah hujan penasaran, biarlah dia cari tahu sendiri, aku tidak akan memberitahu. Rasakan

Jika hujan bertanya padamu, tolong beritahu

bahwa disetiap rintiknya ku selipkan rindu untuk dirimu

Kamis, 01 September 2016

Hujan hari kamis

Kamisku mendung, entah apa yg sedang dipikirkan awan. Aku penasaran.
Kamisku melamun, melambung jauh keatas sana. Bertanya pada awan mendung. Bagaimana kabarnya?

Ini kamis dan ini hujan. Waktu dimana aku mulai memikirkanmu.
Waktu dimana kamu tersenyum dijauh sana.aku yakin :)

Kamisku indah, ditambah hujan yg tak kalah indah. Tapi tak ada yg lebih indah dari itu semua dibanding tatapmu. Tatap kita menikmati indahnya hujan dihari kamis. Menenangkan.

Rabu, 31 Agustus 2016

Kodok berkumis

Aku ingin bercerita,

Ada sebuah bunga ditengah taman. Jika kau bisa membayangkannya. Dia berwarna kuning. Harumnya melebihi bunga berwarna merah. Mahkotanya cantik. Membuat setiap mata yang melihatnya merona. Membuat setiap tangan ingin mencabutnya.

Namun bunga itu dijaga oleh seekor kodok dengan kumis dihidungnya. Setidaknya itu yg dia pikirkan.

Senyummu

Rinduku malam ini milik senyummu
Jika kau tak setuju, aku tak peduli
Kamu hanya harus tahu, bahwa aku berkata yg sejujurnya.

Ah tadi sore senja bercerita.
Katanya kamu melamun, aku berharap lamunmu milikku. Boleh kan aku berharap? Setidaknya.

Dan malam ini, kutitipkan salam rinduku pada bulan. Sudahkah dia memberitahumu?
Jika belum, tunggu saja.

Kau harus tahu, bintang cemburu padamu, novel diatas mejaku juga cemburu. Katanya aku hanya rindu tentang senyummu. Ah maafkan aku teman. Malam ini kalian memang harus cemburu. Jika kalian bisa membayangkan senyumnya, kalian akan tahu rasanya begitu menenangkan.

Dan kamu, pemilik senyum itu :)
Ahhh aku rindu,,,