Sabtu, 15 April 2017

Rinduku dikota hujan

Sore, ketika aku menulis ini dikotaku sedang hujan. Bagaimana dikotamu?

Istimewanya, hujan sore ini terselip rindu yang tak mampu terucap. Hanya tetap disana, diruang dalam yang hanya terlihat oleh tatap.

Sayangnya, tak ada tatap yang diharap
Hanya menyisakan aku yang tertunduk sesak.

Apa memang selalu begini merasakan rindu ketika hujan? Ketika harapan bersatu dengan kesakitan. Dan bodohnya aku tak mampu menahan.

Ini rinduku dikota hujan, bagaimana dikotamu?
.
.
.
.
Sadiah
Bogor, 2017
Ditemani jankrik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar