Rabu, 25 Maret 2015

dari balik celah jendela

dari balik celah jendela itu ku dapat melihat kepalamu
 hanya kepalamu

dari balik celah jendela itu ku dapat melihat matamu
namun tak pernah mengarah padaku

dari balik celah jendela itu aku terbiasa mencarimu
namun hanya bangku kosong yang ku temukan

dari balik celah jendela itu aku melihatmu berbicara
namun bukan berbicara padaku

dari balik celah jendela itu seakan akan aku mengerti dirimu
walau kau tak pernah melihatku
setidaknya lihatlah celah jendela itu

ada mata yang mengawasimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar