dari balik celah jendela itu ku dapat melihat kepalamu
hanya kepalamu
dari balik celah jendela itu ku dapat melihat matamu
namun tak pernah mengarah padaku
dari balik celah jendela itu aku terbiasa mencarimu
namun hanya bangku kosong yang ku temukan
dari balik celah jendela itu aku melihatmu berbicara
namun bukan berbicara padaku
dari balik celah jendela itu seakan akan aku mengerti dirimu
walau kau tak pernah melihatku
setidaknya lihatlah celah jendela itu
ada mata yang mengawasimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar